jenis anyaman dasar tenun

Mengenal 3 Jenis Anyaman Dasar Kain Tenun

Proses pembuatan kain dapat dilakukan dengan dua metode, dengan cara ditenun dan dengan cara dirajut. Nah kali ini Tekstil.id akan sedikit mengulas tentang proses tenun atau weaving. Proses pembuatan ditenun berarti menggunakan teknik menganyam benang lusi dengan benang pakan. Benang lusi ini merupakan benang searah panjang kain sebaliknya benang pakan merupakan benang searah lebar kain. Persilangan ini menciptakan bermacam- macam tipe anyaman yang bisa dikombinasikan dengan alterasi corak benang. Dibuat secara tradisional (ATBM) maupun dengan mesin modern.

Jenis Anyaman Dasar Kain Tenun

Proses anyaman kain tenun pada dasarnya dibangun dari sesuatu inti pengulangan yang umumnya diucap dengan sebutan repeat. Satu repeat anyaman kain tenun sangat sedikit tercipta dari anyaman 2 benang lusi serta 2 benang pakan. Bersumber pada pengamatan repeat ini, anyaman kain tenun bisa digolongkan dalam 3 tipe anyaman dasar:

Anyaman Plan atau Polos

Anyaman polos atau anyaman polos ialah tipe anyaman yang sangat simpel dimana benang lusi serta pakan naik serta turun secara bergantian serta silih menyilang sehingga hasil anyamannya tidak tercipta irisan. Repeat anyaman polos bisa dibangun minimun pada 2 helai benang lusi ataupun 2 gun.

Kain dengan anyaman polos ini memiliki posisi benang yang kuat dan tidak mudah sobek. Kelebihan lain jenis anyaman ini paling sering dipakai dan sangat mudah diberi aplikasi desain seperti dibatik, printing maupun bordir.

Anyaman Kepper

Anyaman kepper ini juga disebut sebagai anyaman twill atau drill. Teknik Anyaman keper merupakan tipe anyaman dimana benang lusi serta pakan naik serta turun secara bergantian namun titik pertemuan antara lusi serta pakan berjalan miring ataupun membentuk irisan. Repeat anyaman keper minimun bisa dibangun pada 3 benang lusi ataupun 3 gun. Dari anyaman ini menghasilkan kain twill atau kain drill

Anyaman Satin

Anyaman satin, titik temu antara benang lusi serta pakan terbuat sedikit bisa jadi sehingga seolah- olah cuma benang lusi saja ataupun benang pakan saja yang mengapung diatas permukaan kain. Repeat anyaman satin minimun bisa dibangun pada 5 benang lusi ataupun 5 gun.

Nah dari tiga teknik dasar anyaman tersebut kini semakin berkembang dan menghasilkan beragam jenis kain yang dengan beragam karakteristik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *